Dalam genre drama fantasi yang memukau, “Wicked” membawa penonton ke dunia Oz, tempat di mana dua wanita dengan latar belakang yang sangat berbeda terpaksa berbagi kehidupan. Elphaba, seorang perempuan berkulit hijau yang sering dianggap aneh dan terasing, menemukan dirinya tinggal satu atap dengan Glinda, sosok aristokrat yang sangat populer di Shiz University. Hubungan yang dimulai dengan keraguan ini perlahan-lahan berkembang menjadi sebuah persahabatan yang kompleks, menguji kesetiaan dan pengertian di antara keduanya saat mereka menemukan jalan masing-masing menuju takdir mereka.
Plot film ini menggali lebih dalam ke dalam nuansa kelam dari kisah klasik, menampilkan transformasi karakter Elphaba yang dijuluki sebagai Penyihir Jahat, tidak hanya dari sudut pandang narratif melainkan juga bagaimana ia dihadapi dengan tantangan sosial. Di sisi lain, Glinda berjuang memahami identitasnya meskipun status sosialnya menjadikannya primadona di kalangan masyarakat. Dengan paduan magis antara drama emosional dan romansa yang manis, film ini memberikan warna baru pada mitologi Oz yang telah dikenal luas.
Alasan untuk menyaksikan “Wicked” sangatlah sederhana; film ini menggugah pikiran tentang penerimaan diri, keberanian untuk melawan stereotip, dan pentingnya persahabatan sejati. Sinematografi yang memanjakan mata serta alunan musik yang menggugah jiwa menambah daya tarik film ini bagi penonton baik yang menikmati trilogi aslinya maupun pendatang baru. Dengan tagline “Everyone deserves the chance to fly”, “Wicked” bukan sekadar kisah fantasi, tetapi juga pelajaran tentang siapa kita sebenarnya dan bagaimana kita bisa mewujudkan mimpi tanpa batasan.






