Ada momen ketika Frankelda, si penulis muda berbakat, benar-benar mengajak kita menjelajahi dunia yang penuh warna dan misteri di dalam imajinasinya. Dalam film animasi “I Am Frankelda”, kita dibawa ke era Meksiko abad ke-19, tempat di mana batas antara mimpi dan kenyataan mulai kabur. Saat dia berkelana ke dalam pikiran dan cerita-ceritanya yang menakutkan, karakter-karakter unik dari ceritanya sendiri muncul dengan segala ketegangan dan petualangan yang menggugah semangat. Di sinilah pesona film ini: bagaimana sebuah tulisan bisa menjadi jembatan menuju berbagai realitas yang sekaligus indah dan menyeramkan.
Keberanian Frankelda untuk menghadapi ketakutan yang ada di dalam dirinya sendiri menjadi inti dari perjalanan ini, mengingatkan kita bahwa apa yang kita ciptakan tak jarang dapat mendefinisikan siapa kita sebenarnya. Dengan visual yang memukau dan alunan musik yang mendukung suasana, setiap adegan terasa seolah hidup, seakan menyapa kita untuk ikut merasakan setiap emosi yang ditampilkan. Tak hanya sekedar film anak-anak, “I Am Frankelda” menyimpan banyak lapisan kedalaman yang bisa dinikmati oleh penonton dari segala usia. Jadi, siap-siap saja terpukau oleh imajinasi liar dan kisah-kisah seru yang bisa menggigit jiwa.






