Bisa dibayangkan bagaimana rasanya saat sebuah kesempatan emas muncul tepat di depan mata. Itulah yang dialami seorang birokrat Meksiko ketika kesempatan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 1986 tiba-tiba menghampirinya. Dengan berbagai trik dan tipuan, ia berusaha meyakinkan FIFA untuk memilih Meksiko, meskipun banyak rintangan yang mengadang. Berbekal keberanian dan akal sehat, ia melawan segala bentuk intrik dan persaingan, termasuk dari negara tetangga.
Di tengah perjalanan yang penuh lika-liku ini, penonton disuguhkan dengan momen-momen konyol yang membuat kita tertawa sekaligus merasakan ketegangan dari dunia politik olahraga. Setiap langkah sang protagonis adalah gambaran jelas bahwa tidak semua kemenangan dapat diraih hanya dengan bermain di lapangan; ada permainan lain yang berlangsung di balik layar. Pesan mendalam tentang harga dari setiap ambisi terungkap, membuat film ini tak hanya sekedar hiburan semata.





