Momen yang tidak terlupakan ketika Daigo, seorang pemain cello, menyadari bahwa jalan hidupnya berputar ke arah yang tak terduga saat ia melamar pekerjaan di sebuah agensi perjalanan. Ketika semua harapannya tampak hancur setelah dipecat dari orkestra, pindah ke kota kecil bersama istri menjadi pilihan terbaik. Di sinilah, di tengah suasana tenang yang khas desa, dia menemukan pekerjaan sebagai asisten pengurus jenazah. Bukan hanya sekadar pekerjaan, tapi juga perjalanan emosional yang membuatnya harus menghadapi berbagai stigma dan rasa kehilangan.
Dengan embun pagi yang segar dan nuansa damai di sekelilingnya, film ini membawa kita menyelami lapisan-lapisan kehidupan dan kematian melalui lensa yang peka dan penuh rasa hormat. Departures bukan sekadar film tentang profesi yang jarang dibahas; ini adalah eksplorasi mendalam terhadap pencarian makna dalam setiap perpisahan. Gema nada-nada cello yang menggugah jiwa menambah kedalaman cerita ini, membuat setiap momen terasa berharga dan penuh arti. Ketika penutup cerita tiba, kita diajak untuk merenung: apa sebenarnya warisan terakhir yang ingin kita tinggalkan kepada orang-orang tercinta?





