Sosok Lil Peep mencuri perhatian dunia dengan musik yang menggabungkan berbagai genre serta gaya yang unik. Karya dan kehidupan pemuda asal Long Island ini berpadu dalam perjalanan karir yang menginspirasi. Namun, kehidupan gemerlapnya diwarnai tragedi, ketika ia meninggal karena overdosis opioid di usia yang sangat muda, yakni 21 tahun. Dokumenter ini bukan hanya sekadar gambaran perjalanan karirnya, melainkan juga sebuah refleksi atas dampak yang ditinggalkannya dalam industri musik dan bagi banyak penggemarnya.
Konflik utama terletak pada perjuangan Lil Peep menghadapi tekanan sebagai selebriti serta depresinya yang mendalam, hal ini tercermin dalam lirik lagu-lagunya. Penonton diajak untuk melihat lebih dalam ke jiwanya dan bagaimana karyanya menjadi sarana ekspresi emosi yang rumit. Interaksi dengan teman dan keluarganya memberikan nuansa kemanusiaan yang lebih pada sosoknya yang dikenal sebagai ikon budaya pop.
Dokumenter ini layak ditonton tidak hanya bagi penggemar musik, tetapi juga siapa saja yang menyukai kisah perjuangan individu melawan demon pribadi. Penggambaran visual dan wawancara mendalam membuat pengalaman menonton semakin menkhidmati, menjadikan ‘Everybody’s Everything’ sebagai penghormatan emosional terhadap sosok kontroversial namun berbakat ini.






